APRDI Tingkatkan Literasi Investasi Reksa Dana di Medan Melalui Road to Pekan Reksa Dana 2026

Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) telah mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan literasi investasi reksa dana di masyarakat, khususnya di Medan. Melalui acara Road to Pekan Reksa Dana 2026 yang berlangsung pada 14-15 April 2026, APRDI berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya investasi yang aman dan legal, serta meningkatkan partisipasi di pasar reksa dana.
Program Edukasi yang Menyeluruh
Acara ini merupakan bagian integral dari program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026), yang dilaksanakan di lima kota besar di Indonesia. Medan dipilih sebagai salah satu lokasi strategis setelah Surabaya dan Semarang, sebelum melanjutkan ke kota-kota lain seperti Makassar dan Bandung.
Data Pertumbuhan Investasi Reksa Dana
Menurut data industri terkini, dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) reksa dana di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada akhir tahun 2025, AUM mencapai Rp679,24 triliun, meningkat 35,06 persen dibandingkan dengan Rp502,92 triliun pada tahun sebelumnya. Total dana kelolaan investasi nasional juga menunjukkan tren positif, meningkat 25,19 persen menjadi Rp1.007,65 triliun.
Pertumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh kinerja positif berbagai jenis reksa dana. Di antara kategori reksa dana, reksa dana saham mencatatkan imbal hasil tertinggi sebesar 17,23 persen, diikuti oleh reksa dana campuran dengan 12,48 persen, reksa dana pendapatan tetap mencapai 6,96 persen, dan reksa dana pasar uang sebesar 3,18 persen.
Demografi Investor yang Meningkat
Jika dilihat dari sisi investor, jumlah Single Investor Identification (SID) reksa dana mencapai 19,2 juta pada akhir tahun 2025, mengalami kenaikan sebesar 3,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, mayoritas investor adalah generasi muda di bawah usia 30 tahun, yang mencakup 54,24 persen dari total investor.
Pentingnya Edukasi Investasi
Kepala Direktorat Pengawasan Pelaku Lembaga Jasa Keuangan (PLJK), Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sumatera Utara, Yusri, menekankan bahwa edukasi merupakan langkah fundamental untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi yang aman dan legal.
“Diperlukan strategi yang terstruktur, masif, dan berkelanjutan untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan. Melalui program PINTAR Reksa Dana, kami berupaya mendorong masyarakat untuk melakukan investasi secara terencana dan berkala,” ungkapnya.
Membangun Kebiasaan Investasi yang Sehat
Yusri juga menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk reksa dana dan membangun kebiasaan investasi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.
Waspada terhadap Praktik Ilegal
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap maraknya aktivitas keuangan ilegal, seperti investasi bodong, pinjaman online yang tidak terdaftar, dan judi online. Selalu pastikan legalitas produk dan lembaga keuangan sebelum melakukan investasi.
Pertumbuhan Kepercayaan terhadap Reksa Dana
Sementara itu, Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Liliana, menjelaskan bahwa pertumbuhan yang signifikan dalam industri reksa dana mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional. Hal ini menjadi indikasi positif bagi perkembangan pasar modal di Indonesia.
Partisipasi Aktif dalam Edukasi
Melalui program SOSEDU APRDI 2026, APRDI tidak hanya berfokus pada edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengadakan kompetisi penulisan artikel bagi wartawan dan lomba pembuatan konten Instagram Reels untuk mahasiswa.
APRDI menyediakan total hadiah sebesar Rp55 juta untuk para pemenang, dengan pengumuman pemenang direncanakan pada 17 Juni 2026 melalui akun Instagram @ReksaDanaAja. Semua karya peserta akan dipublikasikan selama Pekan Reksa Dana 2026, yang berlangsung dari 25 April hingga 1 Mei 2026.
Puncak Kegiatan dan Peluncuran Program PINTAR
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peluncuran program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja direncanakan akan dilakukan pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Acara ini akan menjadi momen penting dalam upaya meningkatkan literasi investasi reksa dana di Indonesia.
Dengan berbagai inisiatif dan program yang diusung, APRDI berharap dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai investasi reksa dana, serta mendorong mereka untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pasar modal. Edukasi dan penyuluhan yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dalam berinvestasi.





