Ketidakcepatan Respons PLN atas Pemadaman Listrik Berkepanjangan di Ngumbul Todanan

Sebuah permasalahan serius menimpa warga Dukuh Ngumbul RT 007 dan RT 008, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Sejak Kamis sore (19/3/2026), mereka harus berhadapan dengan pemadaman listrik berkepanjangan. Sayangnya, hingga malam hari belum ada tindakan nyata dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Blora untuk mengatasi situasi ini.
Tidak Ada Respons Cepat dari PLN
Kejadian pemadaman listrik berkepanjangan di Ngumbul Todanan ini terasa semakin menyakitkan karena bertepatan dengan waktu persiapan berbuka puasa. Warga merasa kecewa dan menganggap ini sebagai refleksi dari ketidakcepatan respons PLN dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Listriknya mati sejak sore, sekitar jam 5, tepat saat kami sedang mempersiapkan buka puasa,” ungkap Slamet, salah satu warga setempat.
Gangguan Spesifik, Respon Lamban
Permasalahan yang lebih membingungkan, pemadaman ini tidak menimpa seluruh wilayah. Setelah melakukan pengecekan independen, warga menemukan bahwa gangguan listrik hanya terjadi di Dukuh Ngumbul, sementara wilayah lain di Kecamatan Todanan masih beroperasi normal. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang adanya gangguan teknis khusus yang seharusnya bisa lebih cepat diidentifikasi dan ditangani oleh petugas.
“Kami berpikir seluruh wilayah padam, ternyata hanya di sini saja. Jika ini adalah gangguan kecil, mengapa membutuhkan waktu yang lama untuk ditangani?” keluh Slamet dengan nada kecewa.
Kondisi Warga Menyedihkan
Keadaan ini semakin memburuk dengan adanya pemadaman listrik berkepanjangan di Ngumbul Todanan yang berlangsung selama bulan Ramadan, sebuah periode di mana kebutuhan akan listrik meningkat untuk keperluan ibadah dan rumah tangga. Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka harus berbuka puasa dalam kondisi minim penerangan, beberapa bahkan harus menggunakan lilin.
PLN: Kesiapsiagaan dan Transparansi dalam Pertanyaan
Ketidakhadiran petugas di lokasi hingga malam hari menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana kesiapsiagaan layanan PLN, terutama dalam momen penting seperti Ramadan.
Ketika dihubungi, Manajer ULP PLN Blora, Suwardoyo, hanya memberikan tanggapan singkat tanpa menjelaskan secara detil mengenai apa penyebab gangguan ini atau kapan perkiraan waktu pemulihan.
“Ya, kami sudah menginformasikan kepada petugas,” kata Suwardoyo melalui pesan WhatsApp.
Respon tersebut dianggap normatif dan tidak membantu meredakan kekhawatiran warga yang langsung terkena dampak. Ketidaktersediaan informasi resmi tentang penyebab pemadaman listrik dan estimasi waktu pemulihan hanya memperkuat persepsi bahwa layanan PLN kurang transparan.
Desakan untuk Tindakan Lebih Cepat
Hingga berita ini ditulis, listrik di Dukuh Ngumbul masih belum menyala dan tidak ada tanda-tanda perbaikan di lapangan. Warga mendesak PLN untuk segera bertindak dan meningkatkan respons cepat, apalagi di tengah peningkatan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan.