Bobby Nasution Prioritaskan Enam Basis Pembangunan untuk Nias di Musrembang RKPD 2027

Pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh daerah menjadi salah satu fokus utama pemerintah, terutama di wilayah-wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur dan ekonomi. Dalam konteks ini, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, telah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pengembangan daerah, khususnya Kepulauan Nias, melalui enam basis pembangunan yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Dengan pendekatan yang terarah, diharapkan kesenjangan antarwilayah dapat diminimalisir dan kualitas hidup masyarakat dapat ditingkatkan.
Enam Basis Pembangunan yang Ditetapkan
Pada acara pembukaan Musrenbang RKPD Sumut 2027 yang berlangsung di Hotel Santika Dyandra, Medan, Bobby Nasution menguraikan enam basis pembangunan yang menjadi landasan arah kebijakan pembangunan daerah. Enam aspek ini meliputi:
- Akselerasi pertumbuhan berkualitas
- Peningkatan produktivitas
- Peningkatan investasi
- Pengembangan industri berbasis potensi daerah
- Penguatan daya saing daerah
- Pemulihan pascabencana
Saat menyampaikan arah kebijakan ini, Bobby menekankan pentingnya percepatan pembangunan di Kepulauan Nias. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kesetaraan dan mengurangi kesenjangan antara wilayah-wilayah di Sumatera Utara.
Fokus pada Kepulauan Nias
Bobby menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret dalam rencana pembangunan tahun 2027 adalah pengembangan infrastruktur yang mendukung kemajuan Kepulauan Nias. “Ini adalah solusi yang harus kita ambil, termasuk fokus kami di tahun 2027 untuk Kepulauan Nias,” ungkapnya.
Pemprov Sumut telah menetapkan tiga klaster pembangunan yang akan menjadi fokus di wilayah ini, yaitu:
- Kawasan produksi
- Kawasan logistik
- Kawasan pariwisata
Dengan mengembangkan ketiga klaster ini, diharapkan Kepulauan Nias dapat menjadi pusat pertumbuhan yang signifikan di wilayah tersebut.
Pembangunan Infrastruktur Logistik
Salah satu aspek penting yang ditekankan oleh Bobby adalah penguatan sektor logistik. “Jalur logistik merupakan hal yang sangat penting. Kami berencana untuk membangun pergudangan logistik dan cold storage, dengan tujuan mengumpulkan stok di satu titik,” jelasnya. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar distribusi barang dan meningkatkan efisiensi ekonomi di Kepulauan Nias.
Rencana Ekspansi Pembangunan
Bobby juga menambahkan bahwa rencana pembangunan untuk tahun 2027 merupakan fase lanjutan dari program-program yang telah dimulai sejak tahun 2025. Harapannya, dampak positif dari program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan hingga tahun 2029, memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di daerah tersebut.
Pendidikan Gratis untuk Masyarakat
Di samping pembangunan fisik, Pemprov Sumut juga meluncurkan kebijakan pendidikan gratis yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2026. Program ini ditujukan khusus untuk Kepulauan Nias serta daerah-daerah yang terkena dampak bencana.
Bobby menegaskan, “Perencanaan untuk tahun 2026 termasuk sekolah gratis, yang hanya akan diterapkan di wilayah Kepulauan Nias. Seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SMA, SMK, hingga SLB, tidak akan memungut biaya apapun, termasuk iuran dari komite sekolah.” Kebijakan ini awalnya ditujukan untuk Kepulauan Nias, namun setelah mempertimbangkan situasi bencana akhir tahun 2025, cakupannya diperluas untuk mencakup daerah terdampak lainnya.
Peningkatan Kualitas Kesehatan
Dalam sektor kesehatan, Pemprov Sumut mengambil langkah proaktif dengan memberikan beasiswa bagi calon dokter spesialis. Prioritas penempatan dokter spesialis ini akan ditujukan ke Kepulauan Nias. Saat ini, terdapat 18 dokter yang tengah mengejar pendidikan spesialis di Universitas Sumatera Utara, siap untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih baik di daerah tersebut.
Indikator Pembangunan yang Positif
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas upaya mereka dalam memajukan Sumatera Utara. Ia mencatat bahwa indikator pembangunan di Sumut menunjukkan tren positif, meskipun pemerataan masih perlu ditingkatkan. “Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumut berada di angka 76,47, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang tercatat 75,90. Ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia di Sumut relatif baik,” paparnya.
Tito menekankan bahwa IPM merupakan gambaran kualitas kehidupan masyarakat, mencakup pendidikan, kesehatan, dan berbagai aspek lainnya yang berkontribusi terhadap kesejahteraan.
Partisipasi Stakeholder dalam Pembangunan
Acara Musrenbang tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, Wakil Gubernur Sumut Surya, dan juga para bupati serta walikota se-Sumatera Utara. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung rencana pembangunan yang telah disusun. Dengan kolaborasi antar stakeholder, diharapkan implementasi program-program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan efektif.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah diambil, Gubernur Bobby Nasution dan pemerintah daerah berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan, terutama di Kepulauan Nias. Melalui enam basis pembangunan yang telah ditetapkan, diharapkan daerah ini dapat mengalami kemajuan yang signifikan, memberikan harapan baru bagi masyarakat dan mengurangi kesenjangan yang ada. Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, masa depan yang lebih baik bagi Kepulauan Nias bukanlah sebuah impian yang jauh dari jangkauan.





