Bupati Aneng Kerja Sama dengan Wartawan untuk Bersihkan Rumah Ibadah dalam HUT Anambas ke-18

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Kepulauan Anambas tahun ini menampilkan pendekatan yang berbeda dari biasanya. Bupati Aneng memimpin inisiatif unik dengan melibatkan wartawan dalam kegiatan gotong royong yang bertujuan untuk membersihkan rumah-rumah ibadah di Kecamatan Siantan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 14 Juni 2026, dan menunjukkan semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap tempat ibadah sebagai ruang penting bagi masyarakat.
Suasana Pagi yang Penuh Semangat
Sejak pagi hari, tepatnya pukul 06.30 WIB, halaman Masjid Agung Baitul Ma’mur di Tarempa telah dipenuhi oleh berbagai elemen masyarakat. Bupati Aneng, bersama dengan Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian, staf dari Dinas Komunikasi dan Informatika, serta puluhan jurnalis, berkumpul sambil membawa peralatan bersih-bersih seperti sapu, parang, cangkul, dan kantong sampah.
Dalam suasana yang jauh dari formalitas, tidak ada meja konferensi pers yang terlihat. Yang ada justru para pejabat daerah dan wartawan berkolaborasi membersihkan lingkungan sekitar rumah ibadah dengan semangat gotong royong. Mereka mencabut rumput liar, mengumpulkan sampah, dan merapikan area rumah ibadah, menciptakan suasana yang penuh dengan kebersamaan dan keakraban.
Lokasi Pembersihan yang Beragam
Masjid Agung Baitul Ma’mur menjadi titik awal kegiatan pembersihan. Setelah menyelesaikan tugas di masjid, mereka melanjutkan ke Gereja Pantekosta dan kemudian menuju vihara yang terletak di Desa Sri Tanjung. Kegiatan ini menjadi simbol dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan dan keindahan rumah ibadah sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Kepulauan Anambas yang telah mencapai usia 18 tahun.
Refleksi dan Makna Kegiatan
Bupati Aneng menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan Kabupaten Kepulauan Anambas. “Kita merayakan HUT ke-18 ini dengan melakukan aksi nyata, bukan sekadar seremonial. Rumah ibadah adalah rumah kita bersama. Dengan menjaga kebersihannya, kita menciptakan suasana nyaman untuk beribadah, sehingga hati kita tenang, dan daerah kita diberkahi,” ujarnya sembari aktif mencabut rumput di halaman masjid.
Menurut Bupati Aneng, menjaga kebersihan rumah ibadah tidak hanya berhubungan dengan kenyamanan beribadah, tetapi juga merupakan cerminan semangat persatuan dan toleransi yang ada di masyarakat Anambas. Keterlibatan semua pihak dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa menjaga tempat ibadah adalah tanggung jawab bersama.
Peran Wartawan dalam Aksi Bersih-bersih
Keikutsertaan para wartawan dalam kegiatan ini memberikan nuansa yang berbeda. Biasanya mereka bertugas mengabadikan momen dari balik kamera, tetapi kali ini mereka ikut serta dalam aksi gotong royong. Yahya, salah satu wartawan, berbagi pengalamannya, “Biasanya kami hanya memegang kamera dan catatan, hari ini kami memegang sapu dan parang. Keren sekali, Pak Bupati mengajak kami untuk turun langsung. Saya jadi memahami bahwa kerja bersih-bersih itu tidak mudah,” ujarnya dengan senyuman.
Keterlibatan pemerintah daerah dan insan pers dalam kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pengurus Masjid Agung Baitul Ma’mur, Ustaz Ali Muksin. Ia merasa terharu melihat bagaimana para pejabat dan wartawan berpartisipasi dalam membersihkan rumah ibadah. “Biasanya yang gotong royong adalah warga. Kali ini, Bupati dan wartawan ikut turun. Ini membuktikan bahwa toleransi di Anambas sangat kuat. Semua rumah ibadah harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Dukungan dari Berbagai Organisasi
Kegiatan gotong royong ini juga didukung oleh sejumlah organisasi perangkat daerah. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas menyediakan kendaraan roda tiga (tosa) untuk mengangkut sampah yang dihasilkan dari kegiatan bersih-bersih tersebut. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum menurunkan tim untuk melakukan peninjauan terhadap beberapa bagian bangunan rumah ibadah yang membutuhkan perbaikan dan pengecatan ulang.
Suasana Kebersamaan Pasca Kegiatan
Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, suasana kebersamaan berlanjut dengan sarapan pagi di Kedai Kopi Johan, yang terletak di kawasan Pelabuhan Pemda. Menu yang disajikan, seperti lontong sayur dan roti gendang, dinikmati bersama sambil berbincang santai. Momen ini semakin mempererat tali silaturahmi antara masyarakat, pejabat daerah, dan wartawan.
Di akhir kegiatan, Bupati Aneng mengingatkan kepada semua yang hadir bahwa pembangunan daerah tidak selalu dimulai dari proyek-proyek besar. Terkadang, hal-hal sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak yang signifikan. “Pesan di HUT ke-18 ini sangat sederhana. Menjaga Anambas dimulai dari menjaga tempat ibadah. Jika kita merawat rumah Tuhan, Insya Allah Anambas akan semakin maju, wisatawan semakin nyaman, dan masyarakat semakin rukun,” tuturnya.
Rangkaian Acara HUT ke-18
Kegiatan gotong royong ini adalah salah satu rangkaian dalam peringatan HUT ke-18 Kabupaten Kepulauan Anambas. Berbagai kegiatan lain juga telah dipersiapkan, mulai dari upacara puncak peringatan hari jadi, tabligh akbar, doa bersama, lomba domino, hingga berbagai permainan rakyat yang melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah di Anambas. Semua ini merupakan wujud syukur dan kebersamaan yang menjadi karakter masyarakat Anambas.
Dengan demikian, perayaan HUT ke-18 Kabupaten Kepulauan Anambas tidak hanya sebagai momen untuk merayakan usia, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat rasa kebersamaan, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam menjaga rumah ibadah sebagai tempat yang sakral bagi masyarakat.
